BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Menurut perkembangan sejarah,
manusia tidak pernah berhenti dari kesibukannya, dari pagi sampai malam
anak-anak, orang-orang dewasa dan orang-orang tua sibuk dengan pekerjaannya
masing-masing.
Di dalam kesibukan-kesibukan
tersebut terjalinlah suatu hubungan timbal balik di dalam usaha dan memenuhi
kebutuhan manusia, atau dapat juga dikatakan manusia adalah makhluk sosaial
yaitu makhluk yang selalu membutuhkan bantuan orang lain dalam hidupnya terutama
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Di dalam kegitan manusia sebagia
makhluk sosial menimbulkan ilmu pengetahuan sendiri. Termasuk di sini adalah
kegiatan manusia untuk mendidik generasi-genarasi mudanya kepada anak cucunya,
di dalam karya mendidik inilah manusia berusaha untuk mengetahui bagaimanakah
proses pendidikan itu dilihat dari segi sosialnya, di tinjau dari konstaelasi
sosial. Dimana terjalin karya mendidik itu. Maka disini timbul suatu cabang
ilmu pengetahuan (dari ilmu Jiwa pendidikan) yang membahas proses interaksi
social anak-anak mulai dari keluarga, masa sekolah sampai dewasa serta dengan
kondisi-kondisi sosio kultulir yang terdapat didalam masyarakat dan negaranya.
Kenyataan menunjukan bahwa
masyarakat mengalami perubahan sosial yang sangat cepat, maju dan
memperlihatkan gejala disintegratif, yang meliputi berbagai bidang
kehidupan,dan merupakan masalah bagi semua insitut sosial. Seperti; industri,
agama perkumpulan pemerintahan,
keluarga, perkumpulan-perkumpulan dan pendidikan. Masalah sosial dalam
masyarakat itu juga dirasakan oleh dunia pendidikan.
Masalah pendidikan dalam keluarga
pendidikan di sekolah dalam masyarakat merupakan repleksi masalah-masalah
sosial dalam masyarakat.
kenakalan
remaja itu sangat menurunkan moral pada diri kita dan lebih-lebih pada bangsa
kita ini,oleh sebab itu kita sebagai calon generasi penerus bangsa harus peduli
dan tanggap akan moral-moral remaja yang sangat bertolak belakang dengan apa
yang telah ditentukan oleh sang maha pencipta dan undang-undang dasar.
Kenakalan remaja merupakan salah
satu bentuk masalah sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu kami mengambil
tema tentang “Kenakalan Remaja.”
B.
Rumusan Masalah
1.
Apakah
pengertian Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan ?
2.
Apa
penyebab terjadinya Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan ?
3.
Apa
akibat dari Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan ?
C.
Tujuan Penulisan
1.
Untuk
mengetahui pengertian Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan
2.
Untuk
mengetahui penyebab terjadinya Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan
3.
Untuk
mengetahui akibat dari Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan
D.
Manfaat Penulisan
1.
Bagi
Penulis ; untuk menembah wawasan dalam mengetahui Kenakalan Remaja Dalam
Pendidikan.
2.
Bagi
Pembaca ; untuk memberitahukan hal – hal tentang Kenakalan Remaja Dalam
Pendidikan.
3.
Bagi
Guru ; untuk menambah materi tentang Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan.
E.
Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah
metode dengan mengambil sumber dari beberapa buku dan dengan mengambil sumber
dari Internet.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja meliputi semua
prilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh
remaja. Prilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang
sekitarnya.
Kartono (ilmuan sosiologi)
mengemukakan bahwa kenakalan remaja atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal dengan
isltilah Juvenule delinquency merupakan gejala potologis sosial pada remaja
yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial.Akibatnya mengembangkan
bentuk prilaku menyimpang.
Santrock mengemukakan bahwa
kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai prilaku remaja yang tidak
dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.
Kenakalan remaja merupakan perbuatan
anak-anak remaja yang melanggar norma sosial norma hukum, norma kelompok dan
mengganggu ketentraman kelompok. Serta kenakalan remaja sekarang sudah menjalar
dimana-mana baik di masyarakat atau lingkungan, di sekolah atau di kampus maupun di keluarga.
Di sekolah ataupun di kampus tidak lepas dari masalah
kenakalan bahkan yang sering terjadi kenakalan remaja kebanyakan di
sekolah.contoh kenakalan yang sering dilakukan oleh para siswa-siswi atau oleh
mahasiswa:
a.
Pergaulan
bebas
Pergaulan bebas ini dapat
menyebabkan sex bebas atau prilaku seksual diluar nikah dan terjadi sebagai
akibat masuknya kebudayaan barat barat. Perilaku seksual di luar nikah sangat
bertentangan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai sosial pada masyarakat
Indonesia.
b.
Perkelahian
antar pelajar atau mahasiswa
Perkelahian
antar pelajar atau mahasiswa dapat merusakan dan memperlemah persatuan dan
kesatuan para pelajar dan merusak nilai-nilai sosial. Peranan organisasi
pelajar, seperti OSIS, Palang Merah Remaja (PMR), dan Pramuka sangat penting di
dalam pembentukan sikap dan tingkah laku para pelajar. Melalui organisasi
pelajar kita kembangkan kreativitas dan efektifitas kaum pelajar.
c.
Bolos
sekolah
Bolos sekolah adalah pekerjaan para pelajar yang nakal
akibat pengaruh dari berbagai aspek.
Membolos sekolah mungkin ini merupakan salah satu budaya
dalam pendidikan di bumi pertiwi ini.Sering kali kita mendapati anak - anak
sekolah yang masih berseragam berkeliaran di luar sekolah pada jam sekolah.
Kalau jaman dahulu mungkin hanya sebatas anak laki - laki
saja yang melakukan atau melestarikan kebudayaan ini namun akhir - akhir ini
tidak jarang kita temukan anak sekolah perempuan yang membolos di jam
sekolah,sendiri dengan sesama teman perempuan ataupun dengan teman laki - laki.
Lalu bagaimana dengan peraturan sekolahnya? apakah sekolah
tidak melakukan tindakan dengan kejadian semacam ini?mungkin ada beberapa
sekolahan yang menganggap hal ini adalah hal yang biasa dengan tidak memberikan
sangsi terhadap anak yang membolos.namun sesungguhnya di setiap sekolahan pasti
ada peraturan yang mengatur tentang sangsi bagi anak yang membolos.Tetapi
peraturan ini terkadang tidak ditegakkan entah karena gurunya tidak tau atau
memang karena guru tersebut sudah bosan menghukum anak yang bersangkutan.
Hukuman bagi siswa yang membolos terkadang bisa menjadi
pisau bermata dua yang terkadang juga bisa merepotkan guru, bagaimana tidak ?
seperti yang anda ketahui belakangan ini banyak berita mengenai kekerasan guru
terhadap muridnya.Menurut saya itu adalah suatu hal yang wajar karena seorang
guru tentunya juga mempunyai harga diri jika peraturan yang dibuatnya dilanggar
berulang ulang kali, sang guru pasti akan merasa tidak dihargai sebagai guru
tentunya
B.
Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja dapat ditimbulkan
oleh bebera hal, sebagai sebagian diantaranya:
1.
Krisis
identitas
Perubahan biologis dan sosiologis
diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya
perasaan dan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainnya identitas
peran. Kenalakan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi.
2.
Kontrol
diri yang lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari
dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan tidak dapat diterima
akan terseret pada perilaku “nakal”. Begitupun bagi mereka yang telah
mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan
control diri untuk bertingkahlaku sesuai dengan pengetahuannya.
3.
Keluar
Perceraian orang tua, tidak adanya
komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antara anggota keluarga
bisa memicu perilaku negataif pada remaja. Pendidikan yang salah di
keluargapun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama
atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab kenakalan
remaja.
4.
Teman
sebaya yang kurang baik
Pengaruh
teman sering diumpamakan sebagai segumpal daging busuk, apabila dibungkus
dengan segunpal daun, maka daun itupun akan berbau busuk, sedangkan bila
sebatang kayu cendana di bungkus dengan selembar kertas, kertas itupun akan
wangi baunya. Perumpamaan ini merupakan sedemikian besarnya pengaruh pergaulan
dalam membentuk watak dan kepribadian seseorang ketika remaja berhati-hati dan
bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Jangan biarkan anak
bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. Memiliki teman bergaul yang tidak
sesuai, anak dikemudian hari akan banyak masalah bagi dirinya sendiri dan orang
tuanya.
5.
Pendidikan
Keluarga
Memberikan pendidikan yang sesuai
dengan anak adalah merupakan salah satu tugas orang tua kepada anak, maka
pilihkan lah sekolah yang bermutu. Namun, masih sering terjadi dalam
masyarakat, orang tua memaksakan kehendaknya, agar di masa depan anaknya
memilih fropesi tertentu yang sesuai dengan keinginan orang tua. Pemaksaan ini
justru kan berakhir dengan kekecewaan, sebab, meski memang sebagian anak yang
berhasil mengikuti kehendak orang tua tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang
kurang berhasil dan kemudain kecewa, frustasi dan akhirnya tidak ingin
bersekolah sama sekali. Mereka mudah pergi bersama kawan-kawannya,
bersenang-senang tanpa mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah
satu pengguna obat-obat terlarang.
6.
Penggunaan
waktu luang
Kegiatan di masa remaja sering hanya
berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan di rumah,
selain itu mereka bebas, tidak ada kegiatan. Apabila waktu luang tanpa kegiatan
ini terlalu banyak pada sisi remaja akan timbul gagasan untuk mengisi waktu
luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Apabila bentuk kegiatan itu positif,
hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Namun, jika ia melakukan kegiatan yang
negative maka lingkungan akan tergangu. Seringkali perbuatan negatif ini hanya
terdorong rasa iseng saja. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga
tidak jarang dipergunakan para remaja untuk menarik perhatian lingkungannya,
perhatian yang diharapkan dapat berasal dari orang tuanya maupun teman
seperjuangannya.
Celakanya, kawan sebaya sering
menganggap iseng berbahaya adalah salah satu bentuk pamer sifat jagoan yang
sangat membanggakan. Misalnya, ngebut tanpa lampu malam hari,
mencuri,merusak,minum-minuman keras,obatbius,dansebaginya.
7.
Komunitas/lingkungan
tempat tinggal yang kurang baik
8.
pendidikan
di sekolah
Sekolah merupakan tempat memberi
pengajaran dan pendidikan kedua kepada anak selepas ibu bapa. Faktor sekolah
yang boleh mempengaruhi anak ialah:
a.
Disiplin
sekolah yang longgar.
b.
Ibu
bapa tidak mengambil tahu kemajuan dan pencapaian anak di sekolah.
c.
Guru
tidak mengambil tahu masalah yang dihadapi oleh murid-murid.
d.
Bosan dengan kegiatan
sekolah
e.
Tertarik dengan kegiatan
diluar sekolah
f.
ajakan
teman
g.
Takut atau malas melihat wajah guru
C.
Akibat Dari Kenakalan Remaja
Setelah
seseorang melakukan sebuah usaha baik itu baik atau tidak baik yang pasti akan
menerima atau mendapatkan manfaat, dan apabila yang dikerjakannya itu selalu
bersimpangan dengan ajaran agama maupun peraturan dari negara maka juga pasti
akan mendapatkan akibatnya. Akibat dari kenakalan remaja antara lain adalah
sebagai berikut yang diantaranya :
1.
apabiala bertempat di masyarakat akan mendapatkan
teguran atau gunjingan dari masyarakat setempat.
2.
akan dibenci dan di musuhi banyak orang.
3.
tentunya akan dijauhi banyak orang.
4.
tidak disukai oleh khalayak.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kenakalan remaja meliputi semua
prilaku menyimpang dari norma sosial, norma hokum, norma kelompok dan merugikan
dirinya sendiri serta mengganggu ketrentaman masyarakat. Misalnya,
penyalahgunaan Narkotika, prilaku seksual di luar nikah, perkelahian pelajar,
kebut-kebutan, minum-minuman keras, membolos sekolah, berbohong, membunuh,
keluyuran, mencuri, dan aksi corat-coret di tembok atau pagar dan lain
sebagainya.
Hal-hal yang dapat mempengaruhi
munculnya kenakalan remaja diantaranya adalah adanya waktu luang yang diisi,
dengan kegiatan yang kurang kurang positif, pemilihan teman sebaya yang kurang
baik, kurang nyaman dalam menjalani pendidikan kurangnya keberfungsian sosial
keluarga dan lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.
Untuk itu waktu luang hendaknya
digunakan untuk berkumpul bersama seluruh anggota keluarga dan mengadakan
kegiatan keluarga guna mengeratkan kasih sayang, remaja harus pandai memilih
teman dan lingkungan yang baik serta orang tua memberi arahan dengan siap dan
di komunitas mana remaja harus bergaul, orang tua hendaknya memberikan
kebijaksanaan terhadap anak untuk memilih pendidikan sesuai dengan kesenangan
dan bakatnya dan orang tua harus berusaha memenuhi kebutuhan anak secara
maksimal baik itu materi, perhatian, kasih sayang, pendidikan agama dan
pendidikan moral.
B.
Saran
Dalam makalah
ini, penulis berharap supaya kita sebagai bangsa Indonesia dapat mengetahui
tentang Demokrasi Terpmpin yang pernah ada dan berlaku di Indonesia dan system
Pelaksanaannya.
Penulis juga menyadari bahwasanya
dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan baik dari segi
penulisan materi, sehingga penulis mengharapkan saran dan kritikan yang
sifatnya membangun dari rekan-rekan pembaca terutama siswa MA Ahlussunnah
Waljamaah untuk kesempurnaan makalah yang selanjutnya.
Dan dengan adanya makalah ini penulis hanya bisa
menyarankan kepada pembaca, khususunya bagi siswa MA.Ahlussunnah Waljamaah
Ambunten dapat membangun kehidupan
bersama, dan bekerja sama satu sama lain. Karena
kita adalah makhluk sosial yang saling ketergantungan antara sesama . Tidak
lupa untuk terus menggali ilmu pengetahuan di berbagai mata pelajaran,
khususunya dalam mata pelajaran Sejarah.
DAFTAR PUSTAKA
Drs. H. Abu Ahmadi. 2004 . Sosiologi Pendidikan. Jakarta.Rineka Cipta
Drs. Kuswanto, M.M. Bambang Siswanto, S.H. (2003). Sosiologi
Solo. PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Conny R. Semiawan. 1991.Pendidikan anak dalam keluarga,
Jakarta, Nasehat Perkawinan.Gunung Mulya
Gunarsa.1981. Psikolog Remaja, Jakarta, BPK, Gunung Mulya
Kartini Kartono.1997. Phatologi Sosial Kenakalan Remaja, Jakarta, Rajawali
Andi Mapiare,1988. Psikologi Remaja, Surabaya, Usaha Nasional
Zakiah Darajat,1978. Problem Remaja di Indonesia, Jakarta, Bulan Bintang
Gunarsa.1981. Psikolog Remaja, Jakarta, BPK, Gunung Mulya
Kartini Kartono.1997. Phatologi Sosial Kenakalan Remaja, Jakarta, Rajawali
Andi Mapiare,1988. Psikologi Remaja, Surabaya, Usaha Nasional
Zakiah Darajat,1978. Problem Remaja di Indonesia, Jakarta, Bulan Bintang