Selasa, 10 Juni 2014

Makalah | Dampak Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan / MA Aswaj



BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Menurut perkembangan sejarah, manusia tidak pernah berhenti dari kesibukannya, dari pagi sampai malam anak-anak, orang-orang dewasa dan orang-orang tua sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Di dalam kesibukan-kesibukan tersebut terjalinlah suatu hubungan timbal balik di dalam usaha dan memenuhi kebutuhan manusia, atau dapat juga dikatakan manusia adalah makhluk sosaial yaitu makhluk yang selalu membutuhkan bantuan orang lain dalam hidupnya terutama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Di dalam kegitan manusia sebagia makhluk sosial menimbulkan ilmu pengetahuan sendiri. Termasuk di sini adalah kegiatan manusia untuk mendidik generasi-genarasi mudanya kepada anak cucunya, di dalam karya mendidik inilah manusia berusaha untuk mengetahui bagaimanakah proses pendidikan itu dilihat dari segi sosialnya, di tinjau dari konstaelasi sosial. Dimana terjalin karya mendidik itu. Maka disini timbul suatu cabang ilmu pengetahuan (dari ilmu Jiwa pendidikan) yang membahas proses interaksi social anak-anak mulai dari keluarga, masa sekolah sampai dewasa serta dengan kondisi-kondisi sosio kultulir yang terdapat didalam masyarakat dan negaranya.
Kenyataan menunjukan bahwa masyarakat mengalami perubahan sosial yang sangat cepat, maju dan memperlihatkan gejala disintegratif, yang meliputi berbagai bidang kehidupan,dan merupakan masalah bagi semua insitut sosial. Seperti; industri, agama  perkumpulan pemerintahan, keluarga, perkumpulan-perkumpulan dan pendidikan. Masalah sosial dalam masyarakat itu juga dirasakan oleh dunia pendidikan.
Masalah pendidikan dalam keluarga pendidikan di sekolah dalam masyarakat merupakan repleksi masalah-masalah sosial dalam masyarakat.
kenakalan remaja itu sangat menurunkan moral pada diri kita dan lebih-lebih pada bangsa kita ini,oleh sebab itu kita sebagai calon generasi penerus bangsa harus peduli dan tanggap akan moral-moral remaja yang sangat bertolak belakang dengan apa yang telah ditentukan oleh sang maha pencipta dan undang-undang dasar.
Kenakalan remaja merupakan salah satu bentuk masalah sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu kami mengambil tema tentang “Kenakalan Remaja.”
B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan ?
2.      Apa penyebab terjadinya Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan ?
3.      Apa akibat dari Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan ?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui pengertian Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan
2.      Untuk mengetahui penyebab terjadinya Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan
3.      Untuk mengetahui akibat dari Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan

D.    Manfaat Penulisan
1.      Bagi Penulis ; untuk menembah wawasan dalam mengetahui Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan.
2.      Bagi Pembaca ; untuk memberitahukan hal – hal tentang Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan.
3.      Bagi Guru ; untuk menambah materi tentang Kenakalan Remaja Dalam Pendidikan.

E.     Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah metode dengan mengambil sumber dari beberapa buku dan dengan mengambil sumber dari Internet.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja meliputi semua prilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Prilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang sekitarnya.
Kartono (ilmuan sosiologi) mengemukakan bahwa kenakalan remaja atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal dengan isltilah Juvenule delinquency merupakan gejala potologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial.Akibatnya mengembangkan bentuk prilaku menyimpang.
Santrock mengemukakan bahwa kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai prilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.
Kenakalan remaja merupakan perbuatan anak-anak remaja yang melanggar norma sosial norma hukum, norma kelompok dan mengganggu ketentraman kelompok. Serta kenakalan remaja sekarang sudah menjalar dimana-mana baik di masyarakat atau lingkungan, di sekolah atau di kampus  maupun di keluarga.
Di sekolah ataupun di kampus tidak lepas dari masalah kenakalan bahkan yang sering terjadi kenakalan remaja kebanyakan di sekolah.contoh kenakalan yang sering dilakukan oleh para siswa-siswi atau oleh mahasiswa:
a.       Pergaulan bebas
Pergaulan bebas ini dapat menyebabkan sex bebas atau prilaku seksual diluar nikah dan terjadi sebagai akibat masuknya kebudayaan barat barat. Perilaku seksual di luar nikah sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai sosial pada masyarakat Indonesia.
b.      Perkelahian antar pelajar atau mahasiswa
Perkelahian antar pelajar atau mahasiswa dapat merusakan dan memperlemah persatuan dan kesatuan para pelajar dan merusak nilai-nilai sosial. Peranan organisasi pelajar, seperti OSIS, Palang Merah Remaja (PMR), dan Pramuka sangat penting di dalam pembentukan sikap dan tingkah laku para pelajar. Melalui organisasi pelajar kita kembangkan kreativitas dan efektifitas kaum pelajar.
c.       Bolos sekolah
Bolos sekolah adalah pekerjaan para pelajar yang nakal akibat pengaruh dari berbagai aspek.
Membolos sekolah mungkin ini merupakan salah satu budaya dalam pendidikan di bumi pertiwi ini.Sering kali kita mendapati anak - anak sekolah yang masih berseragam berkeliaran di luar sekolah pada jam sekolah.
Kalau jaman dahulu mungkin hanya sebatas anak laki - laki saja yang melakukan atau melestarikan kebudayaan ini namun akhir - akhir ini tidak jarang kita temukan anak sekolah perempuan yang membolos di jam sekolah,sendiri dengan sesama teman perempuan ataupun dengan teman laki - laki.
Lalu bagaimana dengan peraturan sekolahnya? apakah sekolah tidak melakukan tindakan dengan kejadian semacam ini?mungkin ada beberapa sekolahan yang menganggap hal ini adalah hal yang biasa dengan tidak memberikan sangsi terhadap anak yang membolos.namun sesungguhnya di setiap sekolahan pasti ada peraturan yang mengatur tentang sangsi bagi anak yang membolos.Tetapi peraturan ini terkadang tidak ditegakkan entah karena gurunya tidak tau atau memang karena guru tersebut sudah bosan menghukum anak yang bersangkutan.
Hukuman bagi siswa yang membolos terkadang bisa menjadi pisau bermata dua yang terkadang juga bisa merepotkan guru, bagaimana tidak ? seperti yang anda ketahui belakangan ini banyak berita mengenai kekerasan guru terhadap muridnya.Menurut saya itu adalah suatu hal yang wajar karena seorang guru tentunya juga mempunyai harga diri jika peraturan yang dibuatnya dilanggar berulang ulang kali, sang guru pasti akan merasa tidak dihargai sebagai guru tentunya
B.     Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja dapat ditimbulkan oleh bebera hal, sebagai sebagian diantaranya:
1.      Krisis identitas
Perubahan biologis dan sosiologis diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan dan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainnya identitas peran. Kenalakan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi.
2.      Kontrol diri yang lemah
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku “nakal”. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan control diri untuk bertingkahlaku sesuai dengan pengetahuannya.
3.      Keluar
Perceraian orang tua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antara anggota keluarga bisa memicu perilaku negataif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluargapun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab kenakalan remaja.
4.      Teman sebaya yang kurang baik
Pengaruh teman sering diumpamakan sebagai segumpal daging busuk, apabila dibungkus dengan segunpal daun, maka daun itupun akan berbau busuk, sedangkan bila sebatang kayu cendana di bungkus dengan selembar kertas, kertas itupun akan wangi baunya. Perumpamaan ini merupakan sedemikian besarnya pengaruh pergaulan dalam membentuk watak dan kepribadian seseorang ketika remaja berhati-hati dan bijaksana dalam memberikan kesempatan anaknya bergaul. Jangan biarkan anak bergaul dengan kawan-kawan yang tidak benar. Memiliki teman bergaul yang tidak sesuai, anak dikemudian hari akan banyak masalah bagi dirinya sendiri dan orang tuanya.
5.      Pendidikan Keluarga
Memberikan pendidikan yang sesuai dengan anak adalah merupakan salah satu tugas orang tua kepada anak, maka pilihkan lah sekolah yang bermutu. Namun, masih sering terjadi dalam masyarakat, orang tua memaksakan kehendaknya, agar di masa depan anaknya memilih fropesi tertentu yang sesuai dengan keinginan orang tua. Pemaksaan ini justru kan berakhir dengan kekecewaan, sebab, meski memang sebagian anak yang berhasil mengikuti kehendak orang tua tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang kurang berhasil dan kemudain kecewa, frustasi dan akhirnya tidak ingin bersekolah sama sekali. Mereka mudah pergi bersama kawan-kawannya, bersenang-senang tanpa mengenal waktu bahkan mungkin kemudian menjadi salah satu pengguna obat-obat terlarang.
6.      Penggunaan waktu luang
Kegiatan di masa remaja sering hanya berkisar pada kegiatan sekolah dan seputar usaha menyelesaikan urusan di rumah, selain itu mereka bebas, tidak ada kegiatan. Apabila waktu luang tanpa kegiatan ini terlalu banyak pada sisi remaja akan timbul gagasan untuk mengisi waktu luangnya dengan berbagai bentuk kegiatan. Apabila bentuk kegiatan itu positif, hal ini tidak akan menimbulkan masalah. Namun, jika ia melakukan kegiatan yang negative maka lingkungan akan tergangu. Seringkali perbuatan negatif ini hanya terdorong rasa iseng saja. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang dipergunakan para remaja untuk menarik perhatian lingkungannya, perhatian yang diharapkan dapat berasal dari orang tuanya maupun teman seperjuangannya.
Celakanya, kawan sebaya sering menganggap iseng berbahaya adalah salah satu bentuk pamer sifat jagoan yang sangat membanggakan. Misalnya, ngebut tanpa lampu malam hari, mencuri,merusak,minum-minuman keras,obatbius,dansebaginya.
7.      Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik
8.      pendidikan di sekolah
Sekolah merupakan tempat memberi pengajaran dan pendidikan kedua kepada anak selepas ibu bapa. Faktor sekolah yang boleh mempengaruhi anak ialah:
a.       Disiplin sekolah yang longgar.
b.      Ibu bapa tidak mengambil tahu kemajuan dan pencapaian anak di sekolah.
c.       Guru tidak mengambil tahu masalah yang dihadapi oleh murid-murid.
d.      Bosan dengan kegiatan sekolah
e.       Tertarik dengan kegiatan diluar sekolah
f.       ajakan teman
g.      Takut atau  malas melihat wajah guru

C.    Akibat Dari Kenakalan Remaja
Setelah seseorang melakukan sebuah usaha baik itu baik atau tidak baik yang pasti akan menerima atau mendapatkan manfaat, dan apabila yang dikerjakannya itu selalu bersimpangan dengan ajaran agama maupun peraturan dari negara maka juga pasti akan mendapatkan akibatnya. Akibat dari kenakalan remaja antara lain adalah sebagai berikut yang diantaranya :
1.      apabiala bertempat di masyarakat akan mendapatkan teguran atau gunjingan dari masyarakat setempat.
2.      akan dibenci dan di musuhi banyak orang.
3.      tentunya akan dijauhi banyak orang.
4.      tidak disukai oleh khalayak.


















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kenakalan remaja meliputi semua prilaku menyimpang dari norma sosial, norma hokum, norma kelompok dan merugikan dirinya sendiri serta mengganggu ketrentaman masyarakat. Misalnya, penyalahgunaan Narkotika, prilaku seksual di luar nikah, perkelahian pelajar, kebut-kebutan, minum-minuman keras, membolos sekolah, berbohong, membunuh, keluyuran, mencuri, dan aksi corat-coret di tembok atau pagar dan lain sebagainya.
Hal-hal yang dapat mempengaruhi munculnya kenakalan remaja diantaranya adalah adanya waktu luang yang diisi, dengan kegiatan yang kurang kurang positif, pemilihan teman sebaya yang kurang baik, kurang nyaman dalam menjalani pendidikan kurangnya keberfungsian sosial keluarga dan lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.
Untuk itu waktu luang hendaknya digunakan untuk berkumpul bersama seluruh anggota keluarga dan mengadakan kegiatan keluarga guna mengeratkan kasih sayang, remaja harus pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orang tua memberi arahan dengan siap dan di komunitas mana remaja harus bergaul, orang tua hendaknya memberikan kebijaksanaan terhadap anak untuk memilih pendidikan sesuai dengan kesenangan dan bakatnya dan orang tua harus berusaha memenuhi kebutuhan anak secara maksimal baik itu materi, perhatian, kasih sayang, pendidikan agama dan pendidikan moral.
B.     Saran
Dalam makalah ini, penulis berharap supaya kita sebagai bangsa Indonesia dapat mengetahui tentang Demokrasi Terpmpin yang pernah ada dan berlaku di Indonesia dan system Pelaksanaannya.
Penulis juga menyadari bahwasanya dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan baik dari segi penulisan materi, sehingga penulis mengharapkan saran dan kritikan yang sifatnya membangun dari rekan-rekan pembaca terutama siswa MA Ahlussunnah Waljamaah untuk kesempurnaan makalah yang selanjutnya.
Dan dengan adanya makalah ini penulis hanya bisa menyarankan kepada pembaca, khususunya bagi siswa MA.Ahlussunnah Waljamaah Ambunten  dapat membangun  kehidupan bersama, dan bekerja sama satu sama lain. Karena kita adalah makhluk sosial yang saling ketergantungan antara sesama . Tidak lupa untuk terus menggali ilmu pengetahuan di berbagai mata pelajaran, khususunya dalam mata pelajaran Sejarah.











DAFTAR PUSTAKA

Drs. H. Abu Ahmadi. 2004 . Sosiologi Pendidikan. Jakarta.Rineka Cipta
Drs. Kuswanto, M.M. Bambang Siswanto, S.H. (2003). Sosiologi
Solo. PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Conny R. Semiawan. 1991.Pendidikan anak dalam keluarga, Jakarta, Nasehat Perkawinan.Gunung Mulya
Gunarsa.1981. Psikolog Remaja, Jakarta, BPK, Gunung Mulya
Kartini Kartono.1997. Phatologi Sosial Kenakalan Remaja, Jakarta, Rajawali
Andi Mapiare,1988. Psikologi Remaja, Surabaya, Usaha Nasional
Zakiah Darajat,1978. Problem Remaja di Indonesia, Jakarta, Bulan Bintang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar